Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Laporan PKL : Apotek

     Laporan PKL : Apotek - Hallo adik-adik semua, kali ini saya ingin memberikan sebuah contoh format Laporan PKL (Praktik Kerja Lapangan) atau PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) untuk para adik adik yang bersekolah di Jenjang SMK. beberapa dari kalian pasti banyak yang bingung bagaimana cara membuat Laporan PKL atau PRAKERIN yang baik dan benar agar tidak disuruh membat ulang terus menerus oleh guru kalian bukan? Nah disini saya akan memberikan sebuah contoh laporan yang baik dan benar.

     Pada Kesempatan kali ini yang akan saya berikan adalah Materi Laporan di Sebuah Instansi Kesehatan yang ada di Kabupaten Pemalang. Nama Instansi yang akan kita bahas adalah Apotek. Untuk Adik Adik yang melakukan kegiatan PKL atau PRAKERIN di Instansi ini kalian dapat menjadikan artikel ini sebagai bahan Refrensi kalian dalam menyusun sebuah laporan.

     Langsung saja kita ke pembahasan agar kalian lebih cepat untuk membuat kerangka laporan PKL yang baik dan benar, berikut ini adalah contoh Laporan PKL : Apotek yang dibuat oleh MTT (Materi Tugas Tugas) semoga dapat bermandaat untuk kalian.

LAPORAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
APOTEK



Disusun Oleh :
MATERI TUGAS TUGAS


LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Akhir Pelaksanaan PKL “Apotek ” telah diterima, diperiksa dan disahkan oleh pembimbing.

Telah disahkan pada :
Hari
Tanggal


Disusun Oleh :
NAMA
NIS
Kelas


Disetujui Oleh :

KATA PENGANTAR

     Alhamdulillahirobbilalamin segala puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena telah memberi rahmat dan karunianya Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini telah selesai dan tepat waktu.
     Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini telah memenuhi tuntutan Kurikulum yang berlaku di SMK ............................., telah dilaksanakan kurang lebih yang dimulai tanggal ........................

Untuk itu Penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat, kesehatan dan kelancaran sehingga Laporan ini dapat selesai.
2. Bapak dan Ibu selaku orang tua saya yang telah mendoakan saya untuk kelancaran PKL ini.
3. Bapak ........................... selaku Kepala Sekolah SMK ............................
4. Ibu ............................ selaku pembimbing sekolah SMK ............................
5. Ibu ............................ selaku Pengelola Apotek.
6. Serta rekan – rekan Prakerin yang bekerja sama dengan baik.

Laporan masih jauh dari kata sempurna, saya ucapkan banyak terima kasih yang telah memberi banyak masukan dan saran dalam penyusunan laporan ini.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan
1.3. Manfaat

BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Definisi Apotek
2.2. Pengelolaan Perbekalan Farmasi
    A. Perencanaan
    B. Pengadaan
    C. Penerimaan
    D. Penyimpanan
    E. Pemusnahan dan penarikan
    F. Pendistribusian
    G. Pencatatan dan Pelaporan
2.3. Penggolongan Obat
2.4. Macam dan Fungsi Alat Kesehatan
2.5. Sediaan Farmasi

BAB III TINJAUAN KHUSUS
3.1. Sejarah Apotek
3.2. Profil Apotek
    A. Lokasi
    B. Jumlah Karyawan
    C. Sifth
    D. Denah Ruangan
    E. Denah Lokasi
    F. Struktur Organisasi
3.3. Pengelolaan Perbekalan Farmasi
    A. Penerimaan
    B. Penyimpanan
    C. Pengelolaan
    D. Penarikan
    E. Pelayanan
    F. Pengadaan
3.4. Administrasi Apotek dan Pelaporan
    A. Administrasi Apotek
    B. Pelaporan

BAB IV ANALISI SWOT APOTEK

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran

LAMPIRAN
1. Kartu Stok
2. Copy Resep
3. E-Tiket
4. Surat Pesanan
5. Faktur
6. Tempat Penyimpanan
7. Copy Resep

DAFTAR GAMBAR
DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
     SMK .................... terletak di Jl. ........................ SMK ....................merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang didirikan oleh .................... dengan Badan Hukum Akte Notaris Nomor : ......................................... SMK .................... mempunyai dua jurusan yaitu Perawat Kesehatan dan Farmasi dengan lama pendidikan 3 tahun. SMK .................... menjadi sekolah menengah kejuruan yang menerapkan Pendidikan terpadu dan sistematis dibidang kesehatan guna menghasilkan lulusan yang memiliki kopetensi dibidangnya, sehingga diharapkan dapat meraih prospek kerja maupun sebagai landasan pengembangan ilmu bidang kesehatan.
     Pola Program Pengembangan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga trampil tingkat menengah. Semua siswa diwajikan mengikuti program Praktik Kerja Lapangan (PKL)/Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang sesuai, guna memperoleh pengalaman magang kerja. Sehingga dengan adanya Praktik Kerja Lapangan tersebut, siswa dapat mengaplikasikan Teori Dasar Keperawatan dan Farmasi dapat mempraktikan teori yang diterima selama siswa KBM di sekolah.
     Program Praktik Kerja Lapangan (PKL)/Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan Pendidikan Keahlian Profesional yang memadukan secara sistematik dan sinkron Program Pendidikan disekolah dengan tuntutan keahlian – keahlian professional tertentu di lapangan kerja melalui kegiatan bekerja secara langsung di dunia kerja. Keberhasilan Program ini sangat mendukung peningkatan mutu sekolah, oleh karena itu perlu adanya dukungan dari berbagai pihak yang terkait dan relevan.

1.2 Tujuan
A. Tujuan Umum
       Siswa mampu mengenal dan memahami kegiatan pemeriksaan dan medis. Pengenalan fasilitas dan alat-alat untuk pemenuhan dasar manusia, serta pelayanan kefarmasian dan keperawatan.
B. Tujuan Khusus
Mengenal dan memahami system pelayanan kefarmasian di Apotek dan Instansi Farmasi Rumah Sakit
Mengenal dan memahami Distribusi Obat di Instalasi farmasi Rumah Sakit dan Apotek
Mempunyai keahlian professional sesuai dengan tuntutan kerja
Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas

1.3 Manfaat
Menghasilkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian professional, diantaranya mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan semangat kerja sesuai dengan ketentuan kerja.
Memperkuat hubungan sekolah dengan dunia atau dunia usaha
Meningkatkan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas.

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1 Apotek
     Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Yang di maksud pekerjaan kefarmasian diantaranya pengadaan obat penyimpanan obat, pembuatan sediaan obat, peracikan, penyaluran dan penyerahan perbekalan farmasi serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perbekalan kefarmasian yang terdiri dari obat, bahan obat, obat tradisional, alat kesehatan dan kosmetik.
     (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1332/MENKES/ SK/X/2002) Obat merupakan komponen khusus yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Walaupun obat bukan merupakan kebutuhan pokok tetapi pada saat-saat tertentu penggunaanya tidak dapat ditunda, sehingga pada itu obat menjadi kebutuhan primer.
     Apotek berfungsi social, juga memiliki fungsi ekonomi yang berperan dalam bidang usaha/bisnis, oleh sebab itu perlu adanya keseimbangan beberapa kepentingan yang mempengaruhi kedua fungsi tersebut yaitu kepentingan pemerintah masyarakat dan kepetingan pengelola atau pemilik sarana. No. 51 tahun 2009 tentang Apotek. Tentang pekerjaan kefarmasian, pengertian Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian oleh Apoteker. Pekerjaan kefarmasian yang dimaksud adalah pembuatan, pengendalian mutusediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian atau penyaluran obat. Pengelompokan obat, pelayanan obat atauresep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

2.2 Pengelolaan Perbekalan Farmasi
A. Perencanaan
Merupakan proses kegiatan dalam pemeliharaan jenis, jumlah dan harga sediaan farmasi dan alat kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dalam rangka pengadaan untuk menghindari kekosongan obat dengan metode yang dapat dipertanggung jawabkan dan dasar-dasar obat pelaksanaan yang telah ditentukan

a. Doelmatig adalah pengadaan persediaan berupa Perbekalan Farmasi, ALKES dan PKRT yang harus sesuai dengan tujuan atau rencana sebelumnya.
b. Rechmatig adalah pengadaan persedian yang harus sesuai dengan hak atau kemampuan.
c. Wetmatig adalah pengadaan persediaan yang harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam perencanaan pengadaan sediaan farmasi seperti obat-obatan dan alat kesehatan yang dilakukan adalah pengumpulan data obat-obatan yang akan ditulis dalam buku Defekta.

B. Pengadaan
Pengadaan biasanya dilakukan berdasarkan perencanaan yng telah dibuat dan disesuaikan dengan anggaran keuangan yang ada. Pengadaan barang meliputi :
a. Pemesanan barang atau order yang dilakukan oleh Asisten Apoteker berdasarkan catatan yang ada dalam buku habis berisi buku catatan barang-barang yang hamper habis atau yang sudah habis di Apotek. Sebelum dilakukan order obat yang tertulis dalam buku habis dicocokan dengan buku defecta.
b. Mengatasi pemesanan obat akibat waktu antara pemesanan dan kedatangan baran yang lama
c. Pembayaran dapat dilakukan dengan cara COD (Cast on Delivery) atau kredit.

C. Penerimaan
Pada saat pengiriman barang salesmen membaca surat pesanan disertai faktur pembelian sebanyak empat lembar. Dua lembar untuk Arsip PBF, satu lembar yang asli penagihan dan satu lembar lagi untuk Apotek. Faktur ini dibaut sebagai bukti yang sah dari pihak kreditur mengenai transaksi penjualan barang. SP digunakan untuk mencocokan barang dipesan dengan barang yang dikirim, setelah selesai dengan pesanan APA atau AA yang memiliki surat ijin kerja (Slle) yang menerima atau menandatangani faktur, memberi cap apotek dan menuliskan nama terang beserta no. SIK sebagai bukti penerimaan barang.

D. Penyimpanan
Perbekalan farmasi yang sudah dibeli biasanya tidak dapat langsung disesuaikankarena itu disimpan di dalam gudang terlebih dahulu agar aman tidak hilang, tidak mudah rusak, serta mudah diawasi barang yang sudah dibeli wajib dilakukan pendtaan pada kartu stok dan dapat langsung disual. Persedian barng dapat disimpan di dalam gudang.
Tujuan penyimpanan barang adalah :
a. Untuk menjaga persediaan agar tidak hilang dan rusak
b. Menjaga stabilitas obat
c. Memudahkan pengawasan jumlah persediaan, khususnya obat-obat yang mempunyai waktu kadaluarsa
d. Memudahkan dan memercepat  pelayanan karena penyimpnan dilakukan menurut system tertentu. Gudang penyimpanan hendaknya memenuhi beberapa ketentuan
1) Merupakan ruang tersendiri dalam kompleks apotek
2) Cukup aman, kuat dan dapat dikunci dengan baik
3) Tidak terkena sinar matahari langsung
4) Tersedia rak cukup bark
5) Dilengkapi alat pemadam kebakaran, kering dan bersih
e. Penyusunan dan penyimpanan obat harus dilakukan secara sistematis berdasarkan:
1) Kategori Terapetik (EFE Formakologi)
2) Alfabetis
3) Bentuk Sediaan
4) Pabrik (Produsen)

E. Pemusnahan dan Penarikan
Pemusnahan dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga, kecuali di apotek mampu melakukan pemusnahan yang ditunjang dengan adanya, sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang memenuhi syarat.
Sedangkan apotek yang tidak memiliki hal tersebut maka apotek wajib memenuhi kerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan proses proses pemusnahan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, diantara tahapan pemusnahan sesuai denganPERMENKES nomor 72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian yaitu :
a. Membuat daftar perbekalan farmasi yang akan dilakukan pemusnahan
b. Menyiapkan tempat pemusnahan (bila memiliki sarana pemusnahan)
c. Melakukan Proses pemusnahan (bila memiliki saranapemusnahan
Ada banyak metode pemusnahan yang di lakukan etasi yang banyak digunakan adalah resep yang sudah di simpan selama 5 tahun akan dimusnahkan dengan cara dibakar maupun pemusnahan lainnya dan dilakukan oleh Apoteker dan disaksikan oleh tenaga kefarmasian lainnya. Pemusnahan dibuktikan dengan adanya berita acara pemusnahan resep menggunakan 2 formulir sebagaimana terlampir dan dilaporkan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.

F. Pendistribusian
Pendistribusian obat di Apotek bisa dialurkan dari pabrik sebagai produksi kemudian PBF sebagai penyalur lain apotek sebagai pelayanan dan pasien sebagai konsumen sebuah pabrik farmasi tidak diperbolehkan untuk menjual langsung prodroduk obat jadi kepada konsumen obat narkotik dan psikotropika hanya bisa dipesan melalui pabrik kimia farma dan PBF Kimia Farma.

G. Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan adalah suatu kegiatan dimana setiap obat harus masuk atau keluar harus dicatat dalam buku pembelian atau buku pendapatan. Dalam buku pembelian berisi semua catatan pembelian obat yang sudah dipesan dan disesuaikan dengan faktur. Dalam buku pendapatan berisi semua catatan pengeluaran obat.
Pengeluaran Obat Narkotik dan Psikotropik dicatat dalam buku register Narkotik dan Psikotropik dengan mencatatkan nama serta alamat pasien, nama obat, jumlah yang keluar, tanggal keluar obat dan dokter yang memberikan resep.

2.3 Penggolongan Obat
Narkotik dan Pesikotropik di dalam lemari khusus dan pintu yang dilengkapi kunci, obat bebas dan obat bebas terbatas disimpan berdasarkan kegunaannya. Obat keras disimpan dirak penyimpanan dan disusun dan sesuai dengan efek farmaloginya.
Obat Bebas : Insto, Sanmol, Bodrex, OBH Combi Plus
Obat Bebas Terbatas : Rhelafen, Paramex, Intumal/Konidin, Mixagrip
Obat Bebas : Amoxicillin, Penisilin, Antalgin, Rifampicin,
  Clindamisin
Obat Wajib Apotek No.1 : Antasid, salbutamol
Obat Wajib Apotek No.2 : Clindamicin Cream
Obat Wajib Apotek No.3 : Ranitidine, Alluporinol, Glibenclamide, Simvastatin
Obat Herbal Berstandar : Diapet, Kiranti, Sehat Datang Bulan, lelap
Obat Jamu : Tolak Angin, Diapet
Fifofarmaka : Stimuno

2.4 Macam dan Fungsi Alat Kesehatan Apotek Bojongbata
1 Infus Set
  Alat yang digunakan untuk memasang infus disebut dengan infus set. Yaitu selang infus, jarum, dan juga pengatur tetesan.
2 Spuit (Syringe Disposable)
  Digunakan untuk memasukan cairan obat kedalam tubuh melalui pembuluh darah
3 Tensimeter
  Merupakan suatu alat kesehatan yang berfungsi utuk mengkur  tekanan darah
4 Termometer
  Merupakan alat pengukur suhu tubuh pasien
5 Nipple Shleld
  Memiliki fungsi untuk melindungi putting susu yang lecet pada saat menyusui
6 Kassa / Verban
  Berfungsi untuk membalut luka pasien
7 Plaster
  Berguna melindungi luka dari terbentur, rusak, atau kotor. Plaster biasanya ditutupi oleh tenunan, plastic dan karet lateks yang memiliki kemampuan rekat.
8 Daryant Tulle
  Digunakan untuk luka-luka yang baru
9 Surgical Gloves
  Digunakan untuk melindungi tangan pemakai dari pengaruh lingkungan sekelilingnya dan untuk melindungi pengaruh sinar (X-Ray) diperlukan sarung tangan yang terbuat dari karet dicamput timah.
10 Oxygen
  Tabung Oxygen yang bisa dibawa kemana-mana
11 Borst Pomp
  Membantu memompa air susu keluar dari buah dada wanita yang sedang menyusui dikarenakan produk air susunya terlalu banyak

2.5 Sediaan Farmasi
     Adalah pengelolaan berbagai upaya yang menjamin keamanan khasiat atau manfaat, mutu sediaan farmasi alat kesehatan.  Sediaan farmasi adalah obat bahan, obat tradisional, dan kosmetika. Tujuan penyelenggaraan subsistem sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan adalah tersedianya sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan yang terjamin aman, berkhasiat/bermanfaat dan bermutu, dan khusus untuk obat dijamin ketersediaan dan keterjangkauannya guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
     Pasal 106 ayat (1) UU Kesehatan menjelaskan mengenai peredaran sediaan farmasi:
“Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapatkan izin edar”
Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan menurut Pasal 104 ayat (1) UU Kesehatan diselenggarakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan/atau keamanan dan/atau khasiat/kemanfaatan.
     Ketentuan mengenai tindak pidana memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi diatur dalam pasal 197 UU Kesehatan bahwa : Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

BAB III TINJAUAN KHUSUS

3.1 Sejarah Apotek Bojongbata
Pada bagian ini diisi dengan sejarah tepat kamu PKL dilakukan, untuk sejarah masing masing setiap Instansi memiliki cerita dan informasi yang berbeda beda. kamu bisa menanyakan sejarah berdirinya instansi ini kepada penanggung jawab di setiap instansi. jangan malu untuk bertanya, bertanyalah sesering mungkin untuk memperluas wawasan pembelajaran kamu selama melakukan PKL, karena kamu tidak akan mendapatkan pelajaran kerja nyata di sekolah hanya saat kamu melakukan PKL kamu baru bisa belajar apa itu Dunia Kerja yang sesungguhnya.

3.2 Profil Apotek
A. Lokasi Apotek Bojongbata
     Pada bagian ini kamu isi alamat lengkap tempat kamu melakukan kegiatan PKL. ini penting karena setiap instansi memiliki alamat yang pasti dan jelas agar para pelanggan mudah menjangkau instansi tersebut.

B. Jumlah Karyawan
Pada bagian ini kamu berikan rincian berapa jumlah karyawan yang bekerja pada instansi tersebut. kamu juga harus memberikan jabatan apa saja yang ada pada instansi tersebut mulai dari pendiri hingga karyawan biasa.

C. Shift
Pada bagian ini kamu isi dengan pembagian kerjapada suatu instansi dari mulai berangkat jam berapa pulang jam berapa dalam waktu satu minggu.

D. Denah Ruangan Apotek
Disini mau buat denah Ruang kerja tempat instansi kamu melakukan prakerin buat gambar dan berikan keterangan pada gambar tersebut. Contoh :
E. Denah Lokasi
Pada bagian ini kamu buat gambar denah lokasi dari rumah kamu atau sekolah atau tempat empat yang diketaui orang (Jika tempat kamu melakukan PKL Jaraknya jauh dari Sekolah maupun Rumah kamu) menuju ke tempat dimana kamu melakukan PKL. Untuk gambar kamu boleh menggunakan gambar peta seperti model undangan atau bisa juga menggunakan peta pada Google Maps (Opsi ini harus minta izin dari guru pembimbing jika ingin menggunakan gambar dari Google Maps)

F Struktur Organisasi
Pada bagian ini kamu buat struktur organisasi instansi tersebut, kamu bisa menanyakan hal ini kepada penanggung jawab instansi tersebut untuk mengetahui struktur organisasi tempat kamu melakukan PKL

3.3 Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Apotek
a. Penerimaan
Penerimaan barang di Apotek Bojongbata
Setelah barang di cek nama barang
Lihat nomor baith (Nomor Kode Produk)
Lalu dilihat juga Expired date
Cek kondisi barang
Jumlah obat yang dating sesuai atau tidaknya dengan yang tercantum di faktur
Lalu terakhir diletakan ketempat stok obat
b. Penyimpanan
Penerapan pelaksanaan penyimpanan di Apotek Bojongbata dengan berdasarkan penggolongan obat seperti obat bebas, obat terbatas, obat tradisional atau herbal alkes, kosmetik dan PKRT, bentuk sediaan seperti Liquida, semisolid, solid, alphabetis, kelas terapi, berdasarkan suhu metode FIFO, FEFO, dan LIFO
c. Pengelolaan
Pengelolaan perbekalan farmasi atau system manajemen perbekalan farmasi merupakan suatu siklus yang dimulai dari perencanaan sampai distribusi yang saling terkait antara satu dengan yang lain harus dikelola secara efektif karena merupakan komponen terbesar dalam pengeluaran rumah sakit (± 40 - 50%) dan dana kebutuhan obat rumah sakit tidak selalu sesuai dengan kebutuhan.
d. Penarikan
Penarikan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang tidak dapat digunakan harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
a) Produk tidak memenuhi persyaratan mutu
b) Telah kadaluarsa
c) Tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan kesehatan atau dicabut izin edarnya.
e. Pelayanan
Pelayanan merupakan pelayanan langsung dan bertanggung jawab pada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Apotek dapat melakukan pembuatan, pengubahan bentuk, peracikan obat dan bahan obat untuk pelayanan resep dokter, dokter gigi. Pelayanan langsung tanpa resep khusus oabat untuk obat bebas dan bebas terbatas.
f. Pengadaan
Berdasarkan Kepmenks RI No. 1027/Menkes/SK/IX/2004 untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian maka pengadaan sediaan farmasi harus melalui jalur resmi. Pengadaan barang di Apotek sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan setempat.

3.4 Administrasi Apotek dan Pelaporan
a. Administrasi Apotek
Petugas mencatat persediaan farmasi di Apotek pada buku khusus agar dapat diketahui bagaimana persediaan farmasi di Apotek kita
Pada buku catatan tersebut dapat diketaui barang yang habis dan hamper habis. Bila barang yang ada di Apotek sudah akan habis maka dilakukan pencatatan pada buku defekta.
Kemudian merencanakan pengadaan perbekalan yang sudah disetujui opeh APA
Membuat surat pesanan, surat pesanan antara yang regular dengan yang psikotropika dan narkoba berbeda.
b. Pelaporan
Apotek berkewajiban untuk menyusun dan mengirim laporan bulanan kepada menteri kesehatan mengenai pemasukan dan pengeluaran Narkotika yang ada dalam pengawasannya sesuai dengan pasal 18 ayat 2 UU Nomor 9 tahun 1976.
Laporan Narkotika berisi nomor urut, nama sediaan, satuan, sediaan awal bulan, pemasukan, persediaan akhir bulan dan keterangan. Dilaporkan setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. Laporan harus ditandatangani oleh APA disertai dengan nama terang dan nama nomer SIK, serta Cap Apoteker

3.5 Penyerahan Obat
a. Jika dalam pembelian jumlah yang banyak Apotek tidak langsung menyerahkan, melainkan ditanya terlebih dahulu untuk medis atau bukan medis. Jika untuk medis Apotek akan menyerahkan barang yang dibeli tapi jika bukan untuk medis Apotek akan menyerahkan obat dengan jumlah sedikit.
b. Dalam penyerahan obat yang berdasarkan resep apotek akan memberikan obat sesuai jumlah yang tertera dalam resep. Dalam penyimpanan plastic clip juga disertai dengan etiket warna putih untuk obat dalam dan etiket biru untuk obat luar
c. Dalam penyerahan obat bebas dan obat bebas terbatas dalam jumlah banyak disertai dengan nota penjualan. Tetapi dalam jumlah sedikit diberi dengan nota biasa

BAB IV ANALISIS SWOT APOTEK

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan
a. Perencanaan dilakukan menurut metode konsumen karena melihat konsumsi atau kebutuhan dari paisen sakit.
b. Pengadaan barang yaitu seperti golongan obat bebas, obat bebas terbatas, psikotropik dan narkotik
c. System organisasi, Administrasi, keuangan dan pengawalan di Apotek Bojongbata telah berjalan dengan baik
d. Praktek kerja lapangan sangat bermanfaat bagi siswa farmasi, karena dapat menambah tetrampilan, pengetahuan dan wawasan untuk calon asisten apoteker di bidang kesehatan khususnya obat-obatanya.

5.2 Saran
a. Saran kepada Pihak Sekolah :
Sebaiknya pembekalan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan PKL lebih di perbanyak dan diperluas sehingga siswa dan siswi dapat lebih mantap lagi dalam melaksanakan PKL
b. Saran untuk siswa-siswi yang melaksanakan PKL
Hendaknya siswa-siswi Praktek Kerja Lapangan dapat disiplin, menjaga sikap dan mengikuti segala aturan
Sebaiknya siswa-siswi prakerin bisa menguasai pelajaran farmasi
Sebaiknya siswa siswi prakerin bisa menjaga kesopanan agar dapat bekerja sama menjaga nama baik tempat prakerin terutama nama baik sekolah.


Sekian Pembahasan yang dapan saya berikan, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk para adik adik semua dan para pembaca yang mampir ke Web saya yang sederhana ini.

Informasi Mengenai File Teks Laporan yang benar :
File Soft Coby jika anda berminat : Laporan PKL : Apotek
Ukuran Tuliasan (Size) : 12
Jenis Tulisan (Fonts) : TNR (Times New Roman)
Ukuran Spasi (Spacing) : 1,5
Ukuran Kertas (Paper Size) : A4

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog sederhana kami sampai jumpa di artikel selanjutnya
Dwi Oni
Dwi Oni Hallo, Nama Saya Oni Dwi Junaedi, Saya Blogger Asal Pemalang. Saya memulai kegiatan Bloger sejak tahun 2018. Semoga Blog ini dapat terus berkembang.

1 comment for "Laporan PKL : Apotek"

  1. Bosen dengan permainan anda ???
    Yang tidak ada bonus,proses lama serta tidak aman

    Tingalkan semua itu dan mari join bersama kami di ZEUSBOLA

    promo zeusbola tidak akan mengecewakan anda!

    bonus yang bisa membuat anda untung banyak dan hadiah iphone !

    UNTUK LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI :
    WHATSAPP :+62 822-7710-4607
    TELEGRAM :Zeusbola
    LINE : zeusbola
    INSTAGRAM :zeusbola.official


    ReplyDelete