Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berbagai Faktor yang Perlu Diperhatikan Karena Dapat Mempengaruhi Sistem Pendidikan di Indonesia

Pendidikan adalah suatu wadah yang memiliki fungsi sebagai pengembang kemampuan, membentuk watak, serta peradaban bangsa yang mempunyai martabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa supaya bisa mengembangkan potensi peserta didik supaya mereka menjadi individu yang memiliki iman dan taqwa (IMTAQ) peserta memahami ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Tetapi, faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia? Sistem pendidikan di Indonesia sendiri digerakkan oleh sistem pendidikan nasional yang telah dirancang sedemikian rupa. Tetapi kelihatannya selalu saja muncul masalah dan suatu kendala di dalam sistem pendidikan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk kita mengetahui faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam sistem pendidikan ini, diantaranya:

Sistem Pendidikan

1. Pemisahan antara pengawas, jabatan administratif, fungsional, dan struktural

Di dalam upaya pembentukan suatu sistem pendidikan yang baik, maka pemerintahlah yang menjadi aspek paling fundamental guna menentukan kemana arah Pendidikan Nasional. Pemerintah mempunyai kewenangan dalam membuat aturan serta beragam kebijakan seputar pendidikan. Pemerintah wajib menjalani evaluasi secara terus-menerus pendidikan yang berlangsung dengan antusias dalam aspek pendidikan ini.

Di dalam pemerintahan ini, umumnya dirancang struktur jabatan yang mempunyai wewenang, tugas, serta masing-masing tanggung jawab. Pemisahan jabatan tersebut dibagi menjadi 4 yaitu, pengawas, jabatan administratif, fungsional dan struktural. Masing-masing pemangku jabatan selain mempunyai wewenang, tugas dan juga tanggung jawab, mereka juga perlu diberikan hak khusus dalam berbagai hal. Di Indonesia sendiri masih sering dijumpai ketimpangan jabatan hingga rangkap jabatan. Contohnya guru di sekolah yang juga mempunyai jabatan lain seperti bendahara atau sekretaris.

2. Birokratisasi profesi guru

Jabatan guru sering dijumpai dipersulit pengurusan birokrasinya sebagai pejabat fungsional. Padahal guru-guru tersebut juga sudah mendapatkan banyak kesibukan seperti mengajar dan mencari waktu untuk mengurus berbagai berkas mereka ya itu untuk menuntut hak-haknya seperti pensiun, jafung, dan lain sebagainya.

Seharusnya pemerintah mempunyai sistem pendidikan yang handal, supaya bisa bekerja lebih efisien dan efektif. Contohnya seperti jabatan Tata Usaha di sekolah yang dapat membantu mengurusi birokrasi guru tanpa perlu guru itu sendiri yang bolak-balik. Hal ini menjadi perkara yang sangat penting sebab keterbatasan waktu para guru untuk mengurus birokrasi berbagai di samping kewajiban utama mereka yaitu mengajar.

3. Motif lembaga pendidikan

Sebagai lembaga atau instansi yang bertanggung jawab atas Pendidikan Nasional, pemerintah sudah tidak lagi memikirkan hasil atau output peserta didik sebagai acuan utama. Sebab tuntunan pertanggungjawaban di dalam memenuhi serapan dana dari pejabat atasan, instansi yang mulai melemah motif untuk memperbaiki pendidikan. yang lebih buruk yaitu sebuah kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang hingga menyebabkan temuan yang janggal pada dana secara berulang. Seharusnya lembaga atau instansi pendidikan bisa membuat perubahan tiap tahunnya dengan mengadakan hasil evaluasi yang diperoleh sebelumnya.

Pemerintah juga harusnya bisa lebih kreatif pada saat membuat berbagai kebijakan untuk memajukan Pendidikan Nasional. Tidak perlu dari program kerja nya saja, namun juga dapat melalui sistem regulasi ataupun berbagai kebijakan. atau bahkan bisa juga dengan membuat program yang disinyalir mampu membuat siswa lebih antusias dan termotivasi sehingga seluruh kalangan di dunia pendidikan menyadari untuk menjunjung tinggi pendidikan.

4. Kurikulum sekolah di setiap jenjang pendidikan

Di dalam beberapa jenjang pendidikan, seperti SD (Sekolah Dasar), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) rasa-rasanya kurikulum yang diterapkan belum Sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Bahkan terdapat juga kurikulum yang belum mewajibkan untuk mengajar TIK dan Bahasa Inggris. Padahal seharusnya kurikulum tersebut juga mampu dikembangkan dengan mengikuti perkembangan zaman, yang disesuaikan juga dengan kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang.

Seharusnya kurikulum juga mempunyai asas pembangunan yang berkelanjutan. Jadi jangan sampai para peserta didik nantinya tidak siap ketika harus menghadapi jenjang berikutnya sebab keterbatasan kurikulum yang mereka terima. Atau jangan sampai juga para peserta didik belajar berlebihan tanpa mampu menyeimbangkan dengan hak mereka bermain bersama kawan-kawannya.

5. Ketimpangan gaji guru berbeda status

Seperti yang kita tahu bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus mengabdi untuk mengajar siswanya ini berhasil direalisasikan seutuhnya oleh pemerintah. Jadi para guru, terutama yang masih berstatus non-PNS bisa dibilang tidak terlalu sejahtera. Sedangkan di sisi lain kualitas mereka juga sebagai guru ditentukan oleh faktor psikis, fisik dan ekonomisnya.

Terutama jika terjadi ketimpangan antara guru non-PNS dan guru yang sudah berstatus sebagai PNS. Gaji yang mereka terima mengalami perbedaan yang sangat jauh sehingga sering menjadi masalah kecemburuan sosial di lingkungan guru. Sedangkan pemerintah belum mempunyai solusi yang untuk mengatasi masalah yang cukup sensitif ini. Seharusnya para guru diperlakukan khusus yaitu dengan cara diberikan tunjangan tersendiri tanpa membedakan status PNS atau bukan. Maka sebagai guru juga mempunyai tanggung jawab dan tugas yang sama, tetapi sayangnya mereka mendapatkan hak yang berbeda karena statusnya.

Yang lebih disayangkan yaitu, ketidaksesuaian hak yang mereka terima bisa berdampak kepada semangat dalam hal pengajar di dalam kelas. Bisa saja sebagian guru dapat menerima hal ini, tetapi tak sedikit juga kelihatannya mengajukan tuntutan yang bisa dilihat secara langsung dari dirimu yang sering dilakukan di berbagai tempat. Para guru tersebut menuntut supaya bisa mendapat jabatan PNS. Karena tak dapat dipungkiri juga bahwa profesi guru memang sebagai satu kesatuan yang sangat penting untuk dipenuhi haknya secara proporsional.

Demikianlah beberapa faktor yang mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan kalian ya!

Dwi Oni
Dwi Oni Hallo, Nama Saya Oni Dwi Junaedi, Saya Blogger Asal Pemalang. Saya memulai kegiatan Bloger sejak tahun 2018. Semoga Blog ini dapat terus berkembang.

1 comment for "Berbagai Faktor yang Perlu Diperhatikan Karena Dapat Mempengaruhi Sistem Pendidikan di Indonesia"